Pada saat menjelang Ujian Nasional, murid kelas XII pun sudah bersiapkan diri untuk menghadapinya, dengan belajar, berdoa dan usaha-usaha yg lainnya. Bahkan ada seorang murid yg bernama Rafdi yang telah membekali persiapan Ujian Nasional telah lengkap, namun dia masih belum percaya diri dengan usahanya itu bahkan dia masih berfikir "Gue lulus engga yah nanti ?!". Dia terus belajar belajar dan belajar tanpa memperhatikan fisik dan mentalnya dia sendiri.
Pada suatu hari sepulangnya Rafdi dari pendalaman materi di sekolahnya, dia pun sempat berfikir untuk mendatangi rumah orang pintar (dukun) yang rumahnya tinggal di sebrang kampungnya. Lekas dia mengajak temannya Jono untuk menemaninya, dengan ragu Jono pun menerima ajakan Rafdi karena Jono pun juga belum siap menghadapi Ujian Nasional. Saat sudah sampai di rumahnya dukun tersebut yg bernama Ki Sabar, kata tetangganya sih dia memang selalu sabar meratapi nasibnya. Dengan rumah yang dari kejauhan terlihat angker, dengan pohon beringin yg lumayan besar didepan rumahnya, cat tembok yang sudah bolong-bolong, pagar yang sudah rubuh, dan masih banyak kriteria rumahnya yang menunjukan bahwa pemiliknya memang harus selalu sabar. Jono pun sempat berfikir dan bertanya ke Rafdi dengan tampang yang parno "Di, yakin ini rumahnya Ki Sabar ? Ko serem banget rumahnya nih" Rafdi pun menjawab "Iyalah jon ini rumahnya Ki Sabar, dengan kondisi rumahnya begini makanya dia harus selalu sabar, dan kalo rumahnya mewah itu bukan Ki Sabar jon namanya tapi Ki Subur" sambil meledek Jono Rafdipun perlahan mendekati pintu rumah Ki Sabar dan terdengar bunyi bunyi yang menyeramkan seperti anjing menggonggong atau semacamnya namun Rafdipun tidak memperdulikannya tetapi Jono yang malah ketakutan "Eh di apaan tuh suara-suara begitu ?" rafdi menjawab "Ah itumah cuma anjing lagi mau di sesar Jon, tenang aja" . Bulu kuduk Jonopun mulai bangun dan dia mulai mendekati Rafdi.
Rafdipun mengetok pintu rumah Ki Sabar "Tok tok tok Ki ! Ki Sabar" berulang kali Rafdi dan Jono telah memanggil Ki Sabar namun Ki Sabar belum keluar juga namun setelah gagang pintunya di pegang ternyata pintunya tidak di kunci, Rafdi dan Jono pun masuk "Ki ki Sabar" sambil membuka pintu. Namun tiba-tiba ada suara "Nguueeeeeeek" Jonopun mulai parno lagi, "Di apaan itu di ! Di balik pintu itu !" Setelah di lihat Rafdi ternyata suara yg ditimbulkan adalah suara Ki Sabar yang terjepit di belakang pintu. Rafdi dan Jono pun minta maaf ke Ki Sabar "Ki maaf yah kita kira aki lagi engga ada di rumah" Ki Sabarpun menjawab dengan sedikit marah "Engga di rumah gimana, udah tau di depan sudah saya kasih plang OPEN !" dengan terheran-heran mereka pun masuk ke dalam rumah Ki Sabar yg penuh dengan sesajen dan semacamnya.
Dan mereka pun cerita ke Ki Sabar tentang masalahnya yaitu ingin berhasil mengerjakan Ujian Nasional dengan cara instan, Rafdi berkata "Ki kita kesini buat minta tolong ke aki, agar kita di kasih kemudahan dalam menghadapi Ujian Nasional" Jono pun juga menyaut "Iya ki, kita belum siap menghadapinya sedangkan Ujian Nasional sudah di depan mata". Dengan mendengarkan mereka Ki Sabar pun mengeluarkan mantra atau jampi-jampinya yang entah apa yang sedang di ucapkannya "bvawgeavhkvakyvwehbasia" kata Ki Sabar dengan penuh penghayatan untuk membacanya. Jono pun sempet kepo dengan ucapan Ki Sabar "Di itu yang di bilang Ki Sabar apa si ko engga jelas gitu?" Rafdi menjawab " Itu mantra lah jon masa iya itu kata sandi Friendster". Setelah selesai mengucapkan mantra atau jampi-jampinya Ki Sabar pun bertanya ke Rafdi dan Jono " Terus maksud kalian datang ke sini ingin minta tolong gimana ?" sempat berfikir sejenak Rafdi pun menjawab "Iya ki, kita ingin meminta contekan atau kebetan dari aki kan aki orang pintar". Tiba-tiba suasan hening sejenak, dan Ki Sabar pun menjawab " Yasudah tenang saja akan aki cari solusinya" Ki sabar pun kembali mengucapkan mantra-mantra yang sangat ribet dan privasi se privasi akun twitternya dia. Dan tidak lama Ki Sabar pun memanggil makhluk apa itu tidak jelas wujudnya, abstrak banget bentuknya. Tiba-tiba makhluk itu menghilang dan meninggalkan selembar kertas yg sudak kotor dan sedikit sobek, Ki Sabar pun berkata "Ini yang kalian minta, tetapi jangan di buka dulu kecuali waktunya kalian saat mengerjakan ulangan tersebut". Rafdi dan Jono pun merasa senang dan sangat amat bahagia karena sudah menemukan solusi mengerjakan Ujian yang akan di hadapinya, mereka pun pamit " Ki kita pulang dulu yah ki, makasih yah (sambil menyelipkan amplop ke tangan Ki Sabar) " dan Ki sabar bertanya "Wah wah apa nih ?" Rafdi menjawab "Ini hanya sekedar ucapan terima kasih dari kita Ki hehe" Ki Sabar menyaut kembali dengan nada menyindir " Kalo berterima kasih bukan ini bentuknya, kalian kirimkan saja ke rekening aki nanti aki kasih nomer rekeningnya" suasana mendadak sunyi.
Rafdi dan Jono pun berpamitan dengan Ki Sabar dengan memasang tampang bahagia yang luar biasa, seperti tampang abis ngeliat layar tancep di kelurahan. Dan mereka pun pulang ke masing-masing rumah, sedangkan kertas yg di berikan dari Ki Sabar di pegang oleh Rafdi. Keesokan harinya saatnya tiba mereka untuk menghadapi Ujian Nasional, dengan riang nan gembira Rafdi dan Jono berangkat ke sekolahnya lebih pagi dari biasanya, tempat Rafdi duduk di belakang Jono. Bel pun berbunyi dan mereka bergegas mempersiapkan alat tulis dan segala macamnya termasuk juga selembar kertas dari Ki Sabar yg di selipkan di kantong sakunya Rafdi. Waktupun berjalan sedangkan Rafdi dan Jono masih menunggu waktu yg tepat untuk membuak kertas terseut, dan pengawas pun ke kamar mandi. Kata Jono "udah di buka kertasnya kelamaan nih keburu bel -_-" Rafdipun bergegas membuka kertasnya secara perlahan karna kertas itu sudah lumayan rapuh. Tidak disangka dan tidak di kira Rafdi berkata "Apaan nih ? Ini mah kertas daftar belajaan jaman dulu nih bahasanya aja engga baku -_-" dan Jono menyaut kertasnya sekaligus berkata "Kangkung 2 iket, wortel 1 kilo, bawang 3 kilo lah buset ini mah kertas daftar belanjaan" dengan penuh kecewa mereka pun terdiam dan meratapi nasibnya untuk mengerjakan soal ujian tersebut. Dan mau tidak mau mereka harus mengerjakan soal itu sesuia kemampuannya, karna pelajaran sama sekali tidak masuk ke otak mereka ber 2 maka mereka berdua menjawabnya dengann aneka VARIASI. Ada yang dengan kancing, tangtingtung, di undi pake pensil dan segala macam cara mereka lakukan untuk menjawab soal ujian nasional tersebut.nb : Semua gambar di ambil dari Google[dot]com