Welcome to my blog prabususeno.blogspot.com | Look it, read and enjoy ^_^ | Inspiration is my self | NO COPY NO PASTE !!!

Kamis, 18 April 2013

Kebetan Dari Ki Sabar

     Pada saat menjelang Ujian Nasional, murid kelas XII pun sudah bersiapkan diri untuk menghadapinya, dengan belajar, berdoa dan usaha-usaha yg lainnya. Bahkan ada seorang murid yg bernama Rafdi yang telah membekali persiapan Ujian Nasional telah lengkap, namun dia masih belum percaya diri dengan usahanya itu bahkan dia masih berfikir "Gue lulus engga yah nanti ?!". Dia terus belajar belajar dan belajar tanpa memperhatikan fisik dan mentalnya dia sendiri.
      Pada suatu hari sepulangnya Rafdi dari pendalaman materi di sekolahnya, dia pun sempat berfikir untuk mendatangi rumah orang pintar (dukun) yang rumahnya tinggal di sebrang kampungnya. Lekas dia mengajak temannya Jono untuk menemaninya, dengan ragu Jono pun menerima ajakan Rafdi karena Jono pun juga belum siap menghadapi Ujian Nasional. Saat sudah sampai di rumahnya dukun tersebut yg bernama Ki Sabar, kata tetangganya sih dia memang selalu sabar meratapi nasibnya. Dengan rumah yang dari kejauhan terlihat angker, dengan pohon beringin yg lumayan besar didepan  rumahnya, cat tembok yang sudah bolong-bolong, pagar yang sudah rubuh, dan masih banyak kriteria rumahnya yang menunjukan bahwa pemiliknya memang harus selalu sabar. Jono pun sempat berfikir dan bertanya ke Rafdi dengan tampang yang parno "Di, yakin ini rumahnya Ki Sabar ? Ko serem banget rumahnya nih" Rafdi pun menjawab "Iyalah jon ini rumahnya Ki Sabar, dengan kondisi rumahnya begini makanya dia harus selalu sabar, dan kalo rumahnya mewah itu bukan Ki Sabar jon namanya tapi Ki Subur" sambil meledek Jono Rafdipun perlahan mendekati pintu rumah Ki Sabar dan terdengar bunyi bunyi yang menyeramkan seperti anjing menggonggong atau semacamnya namun Rafdipun tidak memperdulikannya tetapi Jono yang malah ketakutan "Eh di apaan tuh suara-suara begitu ?" rafdi menjawab "Ah itumah cuma anjing lagi mau di sesar Jon, tenang aja" . Bulu kuduk Jonopun mulai bangun dan dia mulai mendekati Rafdi. 
      Rafdipun mengetok pintu rumah Ki Sabar "Tok tok tok Ki ! Ki Sabar" berulang kali Rafdi dan Jono telah memanggil Ki Sabar namun Ki Sabar belum keluar juga namun setelah gagang pintunya di pegang ternyata pintunya tidak di kunci, Rafdi dan Jono pun masuk "Ki ki Sabar" sambil membuka pintu. Namun tiba-tiba ada suara "Nguueeeeeeek" Jonopun mulai parno lagi, "Di apaan itu di ! Di balik pintu itu !" Setelah di lihat Rafdi ternyata suara yg ditimbulkan adalah suara Ki Sabar yang terjepit di belakang pintu. Rafdi dan Jono pun minta maaf ke Ki Sabar "Ki maaf yah kita kira aki lagi engga ada di rumah" Ki Sabarpun menjawab dengan sedikit marah "Engga di rumah gimana, udah tau di depan sudah saya kasih plang OPEN !"  dengan terheran-heran mereka pun masuk ke dalam rumah Ki Sabar yg penuh dengan sesajen dan semacamnya.
        Dan mereka pun cerita ke Ki Sabar tentang masalahnya yaitu ingin berhasil mengerjakan Ujian Nasional dengan cara instan, Rafdi berkata "Ki kita kesini buat minta tolong ke aki, agar kita di kasih kemudahan dalam menghadapi Ujian Nasional" Jono pun juga menyaut "Iya ki, kita belum siap menghadapinya sedangkan Ujian Nasional sudah di depan mata". Dengan mendengarkan mereka Ki Sabar pun mengeluarkan mantra atau jampi-jampinya yang entah apa yang sedang di ucapkannya "bvawgeavhkvakyvwehbasia" kata Ki Sabar dengan penuh penghayatan untuk membacanya. Jono pun sempet kepo dengan ucapan Ki Sabar "Di itu yang di bilang Ki Sabar apa si ko engga jelas gitu?" Rafdi menjawab " Itu mantra lah jon masa iya itu kata sandi Friendster".  Setelah selesai mengucapkan mantra atau jampi-jampinya Ki Sabar pun bertanya ke Rafdi dan Jono " Terus maksud kalian datang ke sini ingin minta tolong gimana ?" sempat berfikir sejenak Rafdi pun menjawab "Iya ki, kita ingin meminta contekan atau kebetan dari aki kan aki orang pintar". Tiba-tiba suasan hening sejenak, dan Ki Sabar pun menjawab " Yasudah tenang saja akan aki cari solusinya" Ki sabar pun kembali mengucapkan mantra-mantra yang sangat ribet dan privasi se privasi akun twitternya dia. Dan tidak lama Ki Sabar pun memanggil makhluk apa itu tidak jelas wujudnya, abstrak banget bentuknya. Tiba-tiba makhluk itu menghilang dan meninggalkan selembar kertas yg sudak kotor dan sedikit sobek, Ki Sabar pun berkata "Ini yang kalian minta, tetapi jangan di buka dulu kecuali waktunya kalian saat mengerjakan ulangan tersebut". Rafdi dan Jono pun merasa senang dan sangat amat bahagia karena sudah menemukan solusi mengerjakan Ujian yang akan di hadapinya, mereka pun pamit " Ki kita pulang dulu yah ki, makasih yah (sambil menyelipkan amplop ke tangan Ki Sabar) " dan Ki sabar bertanya "Wah wah apa nih ?" Rafdi menjawab "Ini hanya sekedar ucapan terima kasih dari kita Ki hehe" Ki Sabar menyaut kembali dengan nada menyindir " Kalo berterima kasih bukan ini bentuknya, kalian kirimkan saja ke rekening aki nanti aki kasih nomer rekeningnya" suasana mendadak sunyi. 
      Rafdi dan Jono pun berpamitan dengan Ki Sabar dengan memasang tampang bahagia yang luar biasa, seperti tampang abis ngeliat layar tancep di kelurahan. Dan mereka pun pulang ke masing-masing rumah, sedangkan kertas yg di berikan dari Ki Sabar di pegang oleh Rafdi. Keesokan harinya saatnya tiba mereka untuk menghadapi Ujian Nasional, dengan riang nan gembira Rafdi dan Jono berangkat ke sekolahnya lebih pagi dari biasanya, tempat Rafdi duduk di belakang Jono. Bel pun berbunyi dan mereka bergegas mempersiapkan alat tulis dan segala macamnya termasuk juga selembar kertas dari Ki Sabar yg di selipkan di kantong sakunya Rafdi. Waktupun berjalan sedangkan Rafdi dan Jono masih menunggu waktu yg tepat untuk membuak kertas terseut, dan pengawas pun ke kamar mandi. Kata Jono "udah di buka kertasnya kelamaan nih keburu bel -_-" Rafdipun bergegas membuka kertasnya secara perlahan karna kertas itu sudah lumayan rapuh. Tidak disangka dan tidak di kira Rafdi berkata "Apaan nih ? Ini mah kertas daftar belajaan jaman dulu nih bahasanya aja engga baku -_-" dan Jono menyaut kertasnya sekaligus berkata "Kangkung 2 iket, wortel 1 kilo, bawang 3 kilo lah buset ini mah kertas daftar belanjaan" dengan penuh kecewa mereka pun terdiam dan meratapi nasibnya untuk mengerjakan soal ujian tersebut. Dan mau tidak mau mereka harus mengerjakan soal itu sesuia kemampuannya, karna pelajaran sama sekali tidak masuk ke otak mereka ber 2 maka mereka berdua menjawabnya dengann aneka VARIASI. Ada yang dengan kancing, tangtingtung, di undi pake pensil dan segala macam cara mereka lakukan untuk menjawab soal ujian nasional tersebut.

nb : Semua gambar di ambil dari Google[dot]com

Jumat, 08 Maret 2013

Penyesalan Itu Pasti Akan Datang

    Hey guys, ketemu lagi nih sama ane hehehe. sekarang kita akan membahas tentang "penyesalan". Apa sih yg di maksud dengan penyesalan ? Menurut ane nih, penyesalan itu adalah akibat perbuatan yang tidak memikirkan resikonya terlebih dahulu. Kalo menurut agan-agan dan nona-nona apa nih ?

  Kenapa yah penyesalan pasti datangnya terakhir, dan bukan di depan ??? Ini adalah tanda tanya besar "?". Kalo datangnya di depan itu bukan penyesalan gan, tapi pendaftaran hahaha #piss :D.
    Adanya penyesalan itu di sebabkan ada beberapa faktor atau perbuatan gan, khususnya penyesalan pada suatu hubungan, ya seperti pacaran gitulah hehehe. Ini nih faktor-faktornya, mohon di simak dan di cerna :


1. Tidak memikirkan saat mengambil keputusan , yg ini nih gan yang banyak di sekitar kita banyak yang mengalami. Seperti saat menentukan pilihan pasangan, kan banyak tuh yg milih-milih tapi tanpa mengetahui resikonya, ane juga pernah ngalamin nih noh hehehe (curhat) :p


2.  Terlalu mementingkan keinginan sendiri alias egois tingkat tinggi, sifat ini sangat merugikan orang lain khususnya orang yg di tinggalkan seperti mantan pacar hehehe :D

3. Lebih mengutamakan "hawa nafsu" dari pada keinginan hati. Ini yg membuat suatu kepercayaan acur lebur karna di kalahkan oleh hawa nafsu atau keinginan yg mubazir.

4. Tidak menghiraukan orang-orang di sekeliling nya, alias memusatkan di 1 orang. Ini sifat yg sangat buruk yang mendominasi adanya penyesalan.

5.  Melampiaskan kepada orang lain, pelampiasan ini bisa menjadi sebagai ajang "balas dendam" tetapi balas dendam dengan orang yang salah yaitu orang yang terdekat dengannya. Ane juga pernah nih gan menjadi ajang balas dendam dari seseorang hehehe dan itu engga enak loh pemirsa -_-"

6.  Membandingkan rasa dengan orang yang berbeda, ini sih tidak terlalu menimbulkan resiko tetapi dengan ini kita sama saja membandingkan orang yang berbeda latar belakangnya.

   Jadi apa nih gan kesimpulannya, gini nih sebenernya sebelum kita mengambil keputusan sebaiknya kita menengok faktor-faktor yang di atas tersebut agar tidak ada yang di rugikan maupun yang di untungkan. Dan juga jangan terpengaruh oleh hawa nafsu dan emosi belaka, untuk mengatasi itu sebaiknya diam dulu sejenak dan fikirkan resiko yang di timbulkan.

     Saat penyesalan kita rasakan sebaiknya jangan terlarut-larut dalam penyesalan, intropeksi diri dan melakukan perubahan, entah di diri sendiri atau pikiran sendiri, yang penting penyesalan itu tidak menjadi "alasan" untuk tidak menjalani kehidupan dengan semestinya.

   Dengan adanya suasana baru, kerabat dan pikiran yang jernih, kita bisa melupakan penyesalan itu agar kehidupan kita menjadi normal kembali. Dan jangan sampai kita meluapkan penyesalan itu ke orang lain, ini termasuk tindakan pelampiasan yang terdapat di bagian atas tadi, sebaiknya lupakan semua kejadian yang telah berlalu, bangkit dari keterpurukan dan lebih semangat untuk menghadapi masa depan yang lebih indah.

nb : Semua gambar di ambil dari Google[dot]com

Rabu, 06 Maret 2013

Bijak Itu Pilihan Dan Dewasa Itu Naluri

        Menurut bahasa bijak itu kata-kata mutiara yg bisa di bilang kata-kata orang dewasa. Sedangkan menurut istilah bijak itu sebuah tindakan yang menganggap semua itu ada segi positif, meskipun itu adalah cobaan.
        Apakah anda tau apa itu dewasa ? dewasa itu tidak tergantung oleh umur loh (y)
Dewasa menurut ane nih, dewasa itu mengambil keputusan dengan melibatkan emosi juga, alias tidak hanya mengambil keputusan dengan logika. Dan dewasa itu diterapkan tidak hanya di saat gentir saja (mengambil
keputusan), kedewasaan juga di butuhkan pada sehari-hari.

        Khususnya pada menjalin hubungan, kedewasaan dan kebijakan itu sering di butuhkan.
Selain kedewasaan dalam suatu hubungan itu perlunya kepercayaan karna jika hubungan tidak di dasari kepercayaan, maka hubungan itu akan mudah renggang atau bahkan bisa putus di saat sedang manis-manisnya.
    Sedangkan bijak berperan sebagai "Ide Pokok" dalam terbentuknya sikap dewasa tersebut. Sehingga bijak itu bisa di bilang sebagai pondasi terbentuknya kedewasaan di setiap pemikiran orang lain.

   Ada juga orang yang mengaku atau ingin di anggap "Dewasa", hal ini saya pernah mengalami berpacaran dengan orang yg "mengaku-ngaku" sudah dewasa. Karna sesungguhnya itu dewasa bukan kita yang menentukan tetapi cara pandang orang lain.

     Ane aja tidak melihat ciri-ciri dewasa di dalam sifat dia, gimana bisa dia menyimpulkan kalau dia sudah dewasa ? Ini adalah pertanyaan terbesar yang harus di selidiki !!! Kalau memang sudah dewasa, dia tidak akan melampiaskan kekesalannya di masalalu (mantan) dengan orang yg di dekatnya (pacarnya=sebagai pelarian saja) itu adalah sifat yg sangat bertolak belakang oleh sifat kedewasaan.
   
    Dewasa menurut ane itu naluri dari hati dan pikiran, bukan pilihan dari logika. Saat kedewasaan itu muncul rasa keikhlasan dan kerelaan itu ada di sifat seseorang. Meskipun ia tersakiti, kalau dia sudah dewasa dia tidak akan membeci apalagi menghujat orang yang sudah menyakitinya. Tidak ada sifat kedewasaan yang di gunakan untuk membeci, menghujat dan menjelek-jelekan (orang yang dahulu di sayang).

    Dewasa juga mengakui kesalahan dan menghindari penyesalan, karna kesalahan itu tidak untuk disesalkan tetapi untuk pelajaran dan pengalaman agar kita tidak gagal kembali di masa yang akan datang. Sesuai pepatah mengatakan "Pengalaman adalah guru yang baik", guru yang baik saja belum tentu berpengalaman.

    Kriteria orang mana yang sudah dewasa atau yg "ngaku-ngaku" sudah dewasa itu terlihat saat dia menghadapi masalah. Apakah dia hadapi masalahnya ? lari dari masalah ? atau melampiaskan masalah tersebut ke orang lain (looser!). 

    Jangan malu jika dulu kamu di bilang "alay", karna alay itu langkah menuju suatu kedewasaan (kata abang ane nih si raditya dika) hehehe. Tapi setelah ane pikir-pikir yg dia bilang itu ada benarnya juga, orang yang alaynya lama itu orang yang bisa mendewasakan dirinya dengan sendirinya tanpa perantara (cobaan) terlebih dahulu. Dan jika alaynya keterpanjangan, wah mungkin alay yg seperti ini belum ada obatnya hahahaha #piss :D

    Intinya adalah bijak itu sebuah pilihan, apakah engkau ingin bijak, entah bijak di bidang percintaan, motivasi atau segala hal ? Itu terdapat di diri anda masing-masing. Sedangkan dewasa itu sebuah rasa dari naluri diri anda sendiri, dewasa itu tidak bisa di paksakan. Jika anda belum menjadi seperti dewasa, jadi lah
orang labil yang bijak.

nb : Semua gambar di ambil dari Google[dot]com

Pria Menghormati Dan Wanita Menghargai

Hey agan agan...
Ane orang baru nih dalam dunia blogger, jadi maaf yee kalo artikelnya rada ngawur hahahaha :D

Jadi kita ingin membicara kan apa nih ?
Gimana kita untuk mendiskusikan tentang pacaran anak jaman sekarang yang bisa di bilang "udah wajar".

Jujur aja ne gan, ane udah berulang kali pacaran dan rata2 itu ane yg memulai dan dia yg menghentikan.
Terus menerus ane kejadian seperti itu gan. Setelah ane selidik demi selidik ada faktor2 yang membuat ane "kecolongan". hehehehe


Di antaranya  ininih gan : 
Yang pertama, wanita itu engga suka di atur2 gan, karna wanita itu di jaga perasaannya gan bukan mengatur2 hidupnya, ibunya aja tidak sebawel kita, lah kita ? hahaha baru jadi pacarnya aja udah bawelnya minta ampun, ini nih harus di kurangin untuk yg berpacaran gan. 

yang kedua, wanita itu di berpikir dengan emosi gan dan pria itu berpikir dengan logika, jadi jangan berpikir kalo wanita itu butuh banyak pengorbanan karna wanita itu asal pikirannya berbeda gan sama pria. Jangan terlalu banyak berkorban juga ban, karna takutnya itu wanita malah jadi ngelunjak dan tidak menghargai kita sebagai kaum pria hohohoho

yang ketiga, wanita itu sifatnya lembut gan. jadi jangan kasar sama wanita apalagi sampe maen tangan, wah itu mah namanya KDRT gan hahahaha :-P

yang keempat, wanita itu engga suka pria lebay dan tidak punya pendirian gan alias yg ngalor ngidul, jadi pria itu seharusnya mengayomi dan memimpin wanita agar menjadi dewasa dan bukan malah merusaknya seperti benda sekali pakai -_-"

yang kelima nih gan, wanita itu engga suka denger curhatan tentang mantan pacar si pria nih gan. Secara kan itu pria udah pacaran sama si wanita kenapa jadi flashback bareng sama pacarnya :-/

Dan untuk wanita juga nih ane punya saran-saran agar menghargai pengorbanan pria, kan biar enak "Pria menghormati dan wanita menghargai",

1. Jangan ngeliat seberapa besar pengorbanan si pria untuk mu neng, karna pria itu punya keterbatasan juga, dalam segi materil dan masih banyak lagi,

2. Jangan menganggap remeh perngorbanan pria sekecil mungkin, karna sekecil2nya pengorbanan itu pasti ada yg harus di korbankan contohnya saja waktu. iya kan ???

3. Hargailah pengorbanan pria, meskipun pengorbanannya tidak yg kamu inginkan alias berlawanan dari yg di inginkan

4. Dan yg ini yg sering memBEBANkan pria pada saat, wanita meminta sesuatu yg tidak bisa di berikan oleh si pria. Biasanya itu wanita seperti ini wanita yg bisa di bilang matre dan takut akan kehilangan si pria, jadi dia ingin meminta pengorbanan yg berlebihan ke si pria. Dan secara engga langsung pengorbanan ini bisa mencakup harga diri juga -_-"

Sebaiknya hal itu semua di hindarkan gan agar hubungan agan2 dan nona nona

Ane rasa cukup dulu deh gan masukan dari ane, kita lanjutkan di slide besok lagi, okeh :D

Oh iya gan, maaf kalo ada bahasa yg sumbing di dengar, ma'lum ane kan wong ndeso (kalo engga tau, cari aja di google) hahahaha :-P

nb : Semua gambar di ambil dari Google[dot]com